Hasil Lawatan ke Korsel, Target Ekspor Jagung 2 Juta Ton
Dalam memacu peningkatan produksi jagung dan pendapatan petani Pemerintah Provinsi Gorontalo terus menerus melakukan terobosan. Bulan April 2009, Gubernur Gorontalo melakukan penanda tanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Harim Group Korea untuk pembangunan pengering (dryer) dan silo di Pohuwato. Sebagai tindak lanjut kerjasama itu, Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan dari tangggal 14-17 Juli 2009.
Dalam pertemuan dengan chairman dan jajaran pimpinan Harim Group di Kantor Pusat Harim Group di Seoul tanggal (15/7) lalu, pihak Harim Group memaparkan Master Plan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Presiden PT Harim di Indonesia yang berpusat di Gorontalo, Y. J Chang dalam paparannnya menyampaikan, beberapa kegiatan yang akan dilakukan di Gorontalo.
Pertama, Pada tahun 2009 akan dibangun pengering dan silo di desa Libuo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato dengan kapasitas 300.000 ton per tahun. Target ekspor dalam 10 tahun mencapai 2 juta ton jagung. Kedua, pemanfaatan pelabuhan anggrek sebagai pelabuhan ekspor utama ke Korea sebagai rute reguler. Ketiga, mengembangkan areal jagung dengan mekanisasi untuk mencapai target produksi 150.000 ton per tahun. Ke empat, memperbaiki kualitas jagung Gorontalo terutama kadar aflatoxin dari 100 PPB menjadi di bawah 50 PPB dengan kadar air maksimum 14.5 persen,
“Termasuk juga akan menjadikan Gorontalo sebagai Pusat ekspor jagung di Sulawesi dan sekitarnya melalui pelabuhan anggrek. Bahan yang akan di ekspor tidak terbatas pada jagung tetapi juga bahan mentah lain seperti molases, bungkil, biomassa, jagung dan tebu,” ungkap Chang.
Menanggapi hal ini, atas nama Pemerintah dan rakyat Gorontalo, Gubernur menyambut baik rencana PT Harim tersebut dan berkomitmen untuk memfasilitasi seluruh kegiatan PT Harim di Gorontalo.
“Chairman Harim Group, Hong Kuk Kim dan Gubernur sepakat untuk merealisasikan ekspor 2 juta ton jagung kurang dari 5 tahun, the sooner, the better,” ungkap Fadel.
Sementara itu Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Nicholas T. Dammen, menyatakan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo merupakan terobosan besar karena di tengah krisis finansial dimana peluang ekspor dan investasi melemah, justru Gorontalo dapat menarik investor masuk ke Gorontalo. Dia berharap agar Gorontalo dapat memelihara iklim yang kondusif yang telah ada bahkan mengembangkannya sehingga lebih banyak investasi yang masuk ke Gorontalo.
